Warung Bebas TV Streaming

    Selasa, 22 Februari 2011

    Modifikasi Motor Yamaha Mio Soul



    Modifikasi Motor Honda Beat, Modifikasi Motor Tiger, Modifikasi Motor Honda Grand, Modifikasi Motor Honda, Modifikasi Motor Indonesia, Modifikasi Motor Mio, Modifikasi Motor Yamaha Scorpio, Modifikasi Motor Smash, Modifikasi Motor Matic, Modifikasi Motor Vixion, Motor Modifikasi Indonesia, Motor Modifikasi Jupiter, Motor Modifikasi Suzuki


    Tag: Modifikasi Motor Honda Beat, Modifikasi Motor Tiger, Modifikasi Motor Honda Grand, Modifikasi Motor Honda, Modifikasi Motor Indonesia, Modifikasi Motor Mio, Modifikasi Motor Yamaha Scorpio, Modifikasi Motor Smash, Modifikasi Motor Matic, Modifikasi Motor Vixion, Motor Modifikasi Indonesia, Motor Modifikasi Jupiter, Motor Modifikasi Suzuki, Modifikasi Motor Mio Soul, Modifikasi Motor Mio Terbaru, Modifikasi Motor Mio Sporty, Modifikasi Motor Mio Drag, Modifikasi Motor Mio Matic, Modifikasi Motor Mio 2010, Modifikasi Motor Mio Racing, Modifikasi Motor Mio CW, Modifikasi Motor Mio 2011, Modifikasi Motor Mio Sporty 2010

    Sabtu, 19 Februari 2011

    Yamaha Mio, Sudah Dilamar Bro..!!


    Demi bermain di trek lurus, Yamaha Mio milik Boim dipersenjatai piston diameter 66 mm. Tapi, bukan piston Honda CBR150, melainkan menggunakan seher Honda Tiger oversize 250. Ukuran diameternya 66 mm.

    Agar masuk blok silinder Mio, boring standar diganti. “Menggunakan boring baru yang berdiameter luarnya 69 mm,” jelas Achmad Afandi alias Mple, mekanik bengkel matik HDM Racing yang terletak di Jl. Raya Pondok Melati, Jati Warna, Bekasi.

    Namun menggunakan piston Tiger yang dipasang ke blok Mio akan menemui kedala. Kepala piston lebih nongol dan harus dipapas banyak.

    Apalagi sekarang diikuti kenaikan stroke. Menggunakan pen stroke 1,5 mm yang berakibat langkah piston naik 3 mm. Makanya paking blok juga harus menggunakan bahan aluminium setebal 0,7 mm.

    Kenaikan stroke bisa dihitung. Asalnya 57,9 + 3 mm = 60,9 mm. Dipadukan dengan piston Tiger diameter 66 mm. Kapasitas silinder kini jadi 208 cc.

    Suplai gas bakar juga diperbesar. Caranya kepala silinder dipasangi klep besar. Mple mempercayakan klep EE berukuran 30 mm in dan 25 mm out.

    Kinerja klep payung besar ini juga diatur buka dan tutupnya oleh per klep Jepang. Per klep ini sudah diketahui banyak orang. Lift kem bisa tinggi dan tidak mudah loyo.

    Kinerja klep juga diatur oleh noken as custom. Karena tidak mempercayakan aftermarket. Pas dicoba noken as custom ini membuat lari motor makin beringas. Namun berapa papasan yang dilakukan, Mple tidak mengingat berapa mm. Tapi dia ingat durasi total noken as itu ada di kisaran angka 270°.

    Menurut Boim, ubahan yang telah dilakukan ini sanggup mengalahkan lawan-lawannya. Kabar terakhir sudah dilamar salah satu bengkel di Jakarta Timur. Kapan kawin?

    PULI AKSELERASI

    Agar akselerasi semakin maksimal. motor ini didukung oleh per CVT 2.000 rpm. Karena per cvt standar dirasa loyo saat start atau akselerasi awal. Joki kerap mengeluhkan saat start motor kurang responsif.

    Bagian rumah roller tidak banyak yang diubah. Hanya sedikit modifikasi, membuat got roller menjadi lebih tinggi. Atau bahasa mekaniknya got rumah roller disabit. Dimaksudkan agar posisi roller bisa naik menggencet v-belt. Logikanya top-speed tentu jadi ikut bertambah.

    Bagian terakhir yang mendukung melesatnya Mio ini, di sektor knalpot. Karena bermain di kelas standaran, harus menggunakan standar modifikasi. Untuk knalpot diubah menggunakan sistem kondom. Knalpot racing dengan tampilan standar. Untuk urusan saluran buang ini sudah dipercayakan kepada produk DBS.(motorplus-online.com)

    DATA MODIFIKASI
    Ban depan : FDR Drax 50/90-17
    Ban belakang  : HUT 60/90-17
    Pelek depan : Akront 1,20/17
    Pelek belakang : Akront 1,40/17
    Sok belakang : YSS G-Series

    Inikah Masa Depan Motor Lipat Honda Motocompo?

    Sebuah desain rendering yang ditampilkan oleh Visordown ini terlihat sangat mirip Honda Motocompo. Ituloh, motor lipat yang pernah di buat Honda pada tahun 1981.

    Secara desain memang terlihat jauh lebih modern, tapi desainnya tetap mirip. Kotak dan bagian stangnya bisa dilipat ke dalam. Mesinnya berharap menggunakan 125cc 4 tak bukan 50cc 2 tak seperti versi aslinya.

    Harapannya desain ini akan benar-benar di wujudkan dan mungkin saja dipamerkan dalam waktu dekat. Bisa nongol di Geneva Salon atau Tokyo Motor Show yang juga akan menandai 30 tahun lahirnya Honda Motocompo.

    Semoga saja trend motor lipat benar-benar booming layaknya sepeda lipat yang saat ini banyak dipakai para komuter. Tidak seperti pada awal kemunculannya di rentang tahun 1981-1983, penjualannya tidak terlalu laku.

     
    Tak jauh beda dengan versi tahun 80an-nya kan? 
    Honda Motocompo yang diproduksi sebagai variasi optional untuk mobil Honda City ini tidak bisa terjual terlalu banyak. Hanya dibuat sebanyak 53.369 unit saja.

    Padahal ukurannya sangat pas dimasukan ke dalam bagasi Honda City. Saat setang dan jok-nya dilipat, bagian atasnya yang datar bisa dipakai sebagai tempat meletakan barang di dalam bagasi. (motorplus-online.com)